Unik, Lucu, Ngakak, Berita, Aneh, Exstrim, Gokil, Bacaan Online, Nyentrik,Celebritis, Otomotif, Modification, Artis, Music, Mp3
Showing posts with label Setelah. Show all posts
Showing posts with label Setelah. Show all posts

Hal Yang Akan Terjadi Setelah Kamu Tua

Diposkan oleh east blogger

Hal Yang Akan Terjadi Setelah Kamu Tua
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmb8jzWUkQW2pJGn1qIqjJeDYOevKfEzWWEZTBI2IQ2asNPNdTKeiBv-L5aHl8mrVOXhPXuhMaDIee4mrtGDq6Le0E7qj7X9NsHe7g_qxpPXJMQPhma-P7WMoXOlnLz36AhwasjTg8D90/s320/aneh.jpg

Oh, Anda harap Anda bisa menghalangi diri Anda menuju proses penuaan! Tapi sayangnya hal itu sulit terjadi. Dan seandainya bisa, Anda akan melibatkan berbagai macam bahan kimia, prosedur menyakitkan, dan kehilangan banyak uang dalam prosesnya. Dan ketika semua sudah dilalui, Anda mungkin hanya dapat menghambat penuaan sedikit saja, tetapi sang waktu akan terus berjalan.

Berikut ini 7 hal yang terjadi jika Anda menua... Hal-hal yang mungkin belum pernah Anda ketahui dari siapapun. Bersiap-siaplah.

Rambut di wajah Anda
Mengapa Anda jadi memiliki lebih banyak rambut di wajah daripada waktu Anda berusia 20 tahun? Jawabannya: hormon. Ada minoritas wanita dari segala usia ada yang tumbuh rambut di kumis dan dagu mereka, hal itu disebabkan karena ketidakseimbangan genetis. Tetapi wanita yang memiliki rambut di wajah yang lebih banyak, biasanya memiliki masalah hormon. Ketika Anda bertambah tua, tubuh Anda kehilangan estrogen; tetapi testosterone secara berbalikan membuat Anda menumbuhkan rambut-rambut di tempat-tempat para lelaki biasanya menumbuhkannya.

Jika Anda memiliki rambut di kumis atau di dagu, boleh-boleh saja untuk mencukurnya (tetapi jangan dicabut, karena bisa menyebabkan iritasi dan bengkak). Pengangkatan rambut lewat laser juga bisa diterapkan, tetapi bisa menyebabkan hiperpigmentasi dan peradangan. Selain itu prosedur elektrolisis—menggunakan panas dari listrik untuk menghancurkan folikel rambut Anda—juga bisa dilakukan, meski kurang baik untuk area yang terlalu luas.

Rambut (yang tadinya ada) di kepala Anda
Siapkan topi karena Anda akan dihadapkan pada fakta menyebalkan ini: Lima puluh persen dari wanita yang telah menopause mengalami semakin menipisnya rambut di kepala mereka. Setelah berusia 50 tahun, wanita dan pria sama-sama menderita semakin menipisnya rambut yang mengarah pada kebotakan. Alasannya lagi-lagi kehilangan estrogen, hormon yang melindungi rambut Anda. Rambut Anda memang rontok setiap harinya, tetapi kerontokkan tersebut dianggap serius jika Anda mulai melihat kebotakan atau garis rambut Anda semakin melebar.

Jika itu terjadi, cobalah untuk tidak 'memenuhi' rambut Anda dengan terlalu banyak produk, karena akan memberatkannya. Hindari juga membelah rambut Anda, baik di tengah maupun di pinggir, karena malah membuat rambut nampak tipis dan rambut akan banyak rontok di belahan tersebut. Gunakan juga sampo yang memberi volume agar rambut terlihat tebal.

Alis mata yang menipis
Apkah alis Anda jadi semakin 'lancip'? Seperti rambut di kepala, ternyata alis Anda juga makin menipis. Untuk mengatasinya, ada prosedur yang bisa dilakukan, seperti transplantasi alis mata. Perlu dua atau tiga jam untuk melakukannya—mereka akan mengambil folikel rambut di belakang kepala Anda dan menanamnya di alis mata Anda.

Sayangnya, nanti rambut itu akan tumbuh panjang, seperti saat masih di kepala Anda. Sehingga Anda harus rajin-rajin memotongnya. Untuk menghindari penampilan ekstrem ini, lupakan transplantasi dan mulailah menggunakan pensil alis untuk menebalkannya. Lebih murah, mudah, bebas rasa sakit, dan lebih alami.

Hidung dan telinga Anda semakin membesar
Akan ada saat di mana Anda melihat ke cermin suatu pagi dan memperhatikan kejutan yang kurang menyenangkan ini: telinga Anda akan jadi lebih besar dari biasanya. Memang! Telinga kita tumbuh 90 persen pada usia 6 tahun, dan hidung kita hampir tumbuh sempurna saat kita remaja, keduanya akan berubah bentuk dan kelihatan membesar saat kita bertambah tua.

Salah satu teori yang bisa menjelaskan hal itu adalah bahwa hidung memiliki kelenjar sebum, yang memiliki tingkat regenerasi sel-sel yang cukup tinggi sehingga masih potensial untuk terus tumbuh. Yang jelas, hidung dan telinga akan 'melorot' saat kita bertambah usia, karena jaringan-jaringan sel (kulit, lemak, dan otot) akan melemah dan tidak lagi mendukung struktur wajah. Ditambah lagi, kehilangan elastisitas dan kolagen akan menyebabkan kulit melorot.

Anda tak dapat mencegah hidung dan telinga Anda melorot, tetapi cobalah meminimalisirnya dengan cara menghindari matahari, menjauhi rokok, mencegah fluktuasi berat badan, dan mulai menggunakan produk yang mengandung retinoids pada usia Anda 20'an.

Gigi yang memanjang
Jika Anda merasa gigi Anda jadi makin panjang saat bertambah usia, itu berarti gusi Anda mulai menyusut dari bagian atas gigi Anda dan menunjukkan sedikit bagian akar gigi. Panjang rata-rata gigi depan adalah 10-12 milimeter. Ketika Anda menua, gigi akan bertambah panjang 15-17 mm. Sama seperti kulit yang kehilangan serat kolagen, jaringan gusi kita juga kehilangan massa.

Cara terbaik untuk menjaganya tetap sehat adalah dengan menjauhi gusi dari bakteri. Anda wajib menyikat gigi dan menggunakan benang gigi paling tidak dua kali dalam sehari. Bakteria dapat menyebabkan penyakit gusi, yang akan membuat penyusutan gusi makin buruk. Hindari juga menyikat gigi dengan kasar karena dapat membuang jaringan gusi.

Tangan Anda jadi berurat dan berbintik-bintik
Memang, saat Anda semakin berumur, akan muncul bintik-bintik usia di tangan Anda. Urat-uratnya pun akan menonjol ke atas, membuat tangan kelihatan seperti bonggol kayu yang sudah tua. Untuk mencegah hal ini, Anda bisa menggunakan produk anti penuaan dini yang sama yang Anda gunakan untuk wajah Anda. Aplikasikan pada tangan Anda produk yang mengandung retinoid, AHA, dan juga sunscreen.

Kaki Anda jadi berbonggol dan berurat
Pada akhirnya, kita semua akan kehilangan elastisitas dan fleksibilitas pada kelenjar-kelenjar lembut—terutama tendon dan ligamen—di kaki. Hal ini akan memunculkan peningkatan tekanan pada tulang, sehingga berpotensi untuk membuat kaki berubah bentuk. Dan ketika tulang berubah bentuk, telapak kaki Anda akan menekuk ke samping (bunion), atau buku-buku kaki Anda akan menekuk dan timbul.

Tendon Achilles (tendon yang berada di atas tumit dan di bawah betis) dapat menegang akibat bertahun-tahun mengenakan high heels. Cara mengatasinya adalah jangan mengenakan high heels kalau Anda tidak perlu mengenakannya. Gunakanlah sepatu yang nyaman (seperti sepatu kasual) jika harus menempuh perjalanan panjang—misalnya berbelanja berjam-jam di mall. Banyak kok sepatu kasualyang tampak cantik di kaki, dan bahkan bisa lebih menarik daripada high heels. Jika kaki Anda sakit, pergilah ke doktor untuk dievaluasi, agar masalahnya tidak memburuk.

Satu tips yang bisa membuat kaki tampak cantik: cobalah mengecat kuku jari kaki Anda dengan warna-warna cerah. Hal itu akan membuat Anda jauh lebih cantik saat melangkah—bahkan tanpa high heels sekalipun!
More aboutHal Yang Akan Terjadi Setelah Kamu Tua

Google Earth Mempertemukan Ibu-Anak Setelah 25 Tahun

Diposkan oleh east blogger

Di tahun 1986, Saroo Brierley (saat itu berumur 5 tahun) ikut kakak laki-lakinya naik kereta. Karena kelelahan, Saroo tertidur selama 14 jam. Saat bangun, ia kaget sudah terdampar di sebuah kota besar (Calcutta) sementara sang kakak tak kelihatan ada di sampingnya.

Terdampar di kota besar yang asing, bocah sekecil ini jadi gelandangan. Ia tak mungkin kembali ke rumah, maklum usianya masih sangat kecil.

Untunglah Saroo dipungut oleh petugas dari rumah yatim piatu. Kabar tentang kakaknya sudah tak jelas, hingga belakangan baru mengetahui sang kakak diketemukan mati di atas rel oleh petugas beberapa bulan setelah terpisah. Jalan hidup Saroo berubah ketika sebuah keluarga mengadopsi dan membawanya ke Australia.

Hidup bersama ayah dan ibu baru, jauh meninggalkan negeri kelahiran, tak menghapus ingatan Saroo akan ibunya tercinta.

Setelah dewasa, Saroo mencoba mencari jejak keluarganya yang hilang dengan bantuan aplikasi Google Earth. Ia menghitung perkiraan jarak tempuh kereta dengan lama waktu tertidur.

Yang masih diingat hanya satu hal. "Saya mencari air terjun tempat saya dulu kecil biasa bermain," ucapnya kepada BBC.

Akhirnya, setelah yakin dengan hitungan kira-kiranya, Saroo terbang ke Khandwa. Ia merasa desa ini adalah kampung halamannya. Dengan bantuan penduduk lokal di desa tersebut, ia akhirnya dipertemukan kembali dengan ibunya - yang untungnya masih hidup.

Betapa mengharukan, setelah berpisah selama 25 tahun, akhirnya anak dan ibu ini kembali bertemu.
More aboutGoogle Earth Mempertemukan Ibu-Anak Setelah 25 Tahun

Bahayanya Langsung Tidur Setelah Makan

Diposkan oleh east blogger

Bis Beton-
Sering dengar nasehat "Jangan langsung tidur setelah makan"? Ada yang bilang nanti cepat gendut. Dulu, nenek saya bilang, "Habis makan langsung tidur, nasi kamu naik ke dada ngerendem paru-paru. Nanti dadanya terasa panas."
 
Saya pikir itu hanya mitos belaka. Ternyata sains pun membenarkan apa kata nenek, tentu saja dengan jawaban yang lebih ilmiah. Nah, apa saja bahaya langsung tidur setelah perut penuh makanan?

Rasa panas di dada
Saat tubuh tidur dan beristirahat, sebenarnya sistem pencernaan justru akan bekerja lebih keras. Langsung tidur sesudah makan bisa meningkatkan kadar asam lambung dan memicu sakit maag. Terkadang bisa juga menimbulkan rasa panas pada perut, dada, dan tenggorokan.
 

Berat badan naik

Makan larut malam sebelum tidur berbahaya karena membuat tubuh menumpuk lemak lebih banyak. Jadi kalau kelaparan saat terbangun tengah malam, camilan sehat seperti buah dan salad lebih disarankan untuk dikonsumsi daripada makanan seperti kue-kue, pizza, mie, atau nasi sekali pun.


Tenggorokan terbakar
Terjadinya refluks asam. Gastroesophageal reflux diseases (GERD) atau refluks asam adalah tidak menutupnya katup antara perut dan kerongkongan. Hal ini memungkinkan asam lambung untuk menjalar ke tenggorokan dan menyebabkan sensasi tenggorokan terbakar.
 

Serangan stroke
Hasil sebuah penelitian yang dilakukan University of Ioannina, Yunani, menemukan bahwa perilaku segera tidur setelah makan dapat meningkatkan risiko kita mengalami serangan stroke. Penelitian yang melibatkan 500 responden orang sehat menemukan bahwa orang yang memiliki jeda paling lama antara makan dan tidur mempunyai risiko terendah untuk mengalami stroke.
 
Ada dua teori yang bisa menjelaskan hasil penelitian ini. Pertama, refluks asam yang terjadi bila kita segera tidur setelah makan mungkin meningkatkan terjadinya apnea tidur atau nafas terhenti selama tidur yang bisa menyebabkan serangan stroke.
 
Teori kedua mengemukakan, stroke bisa terjadi disebabkan oleh kerasnya kerja sistem pencernaan kita yang berdampak pada meningkatnya tekanan darah, kadar gula darah dan kolesterol yang nantinya bisa memicu terjadinya stroke.

Kapan sebaiknya kita bisa tidur setelah makan? Yang terbaik adalah 2 jam sesudahnya. 

More aboutBahayanya Langsung Tidur Setelah Makan